2008-10-25 pada 01:22 am (Linux, Programming, Python)
Tags: pidgin, Python, script
Pada awalnya aku yakin banget dengan rancana yang aku tulis pada waktu situs pidgin.im down. Rencana yang sepertinya simple dan tidak rumit.
Setelah situs pidgin.im hidup lagi dan berjalan normal serta mood untuk coding yang udah balik. Aku memulai membuat script pidgin yang sesuai dengan rencana itu.
Tahap prototyping script berjalan sesuai dengan rencana, tentu setelah dengan beberapa fixing. Dilanjutkan dengan implementasi fitur utama yaitu daemon mode. Dan dilanjutkan dengan finalisasi struktur dan fitur-fitur penghibur. Jadilah sebuah script untuk pidgin yang sesuai dengan yang sudah aku rencanakan (ada beberapa yang kurang, tapi fitur utama sudah ok).
Karena semua sudah oke, aku coba untuk cross check dengan tulisan rencana aku. Dan apa yang aku dapat ternyata sunggu diluar dugaan, rencana yang sudah aku anggap sesuai itu ternyata melenceng dari yang sudah aku rencanakan.
Baca entri selengkapnya »
& Komentar
2008-10-09 pada 01:15 pm (Programming, Python)
Tags: pidgin, Programming, Python

Sayang sekali, padahal lagi ingin bereksperimen untuk membuat plugin, tepatnya daemon yang menyediakan fungsi tambahan untuk pidgin.
Rencananya seh simpel, dapet ide dari Forum Ubuntu. Jadi dengan menggunakan python dan dbus aku berencana untuk membuat script yang berjalan dibackground yang memonitor teks yang aku ketik. Jika teks itu sesuai dengan keyword, say it – as example, /mixcase maka otomatis setiap teks yang aku kirim akan dibuat mix case, itu loh seperti chatingan abg-abg yang gaul-gaul yang suka nyampur aduk huruf kecil ama huruf besar.
Tapi ya itu, sayang sekali masih down. Moga-moga aja cepet balik normal.
& Komentar
2008-02-27 pada 02:13 am (Programming, Python)
Ada yang memberi komen diblog tulisan Chris Okasaki berupa kode from __future__ import braces, yang mana memberikan SyntaxError. Pada awalnya aku kira ini hanya merupakan guyonan karena aku tahu Python merupakan bahasa yang menerapkan Indent sebagai pemisah antar blok dan juga Blog tersebut membahas kenapa Indent perlu.
Komen sebelumnya menyatakan bahwa indent akhirnya disadari merupakan kesalahan oleh creator bahasa Python, akan tapi kemudian disangkal oleh komen dibawahnya. Baru setelah itu ada yang memberikan komen kode diatas.
Sungguh aku kira itu merupakan guyonan, karena bagaimanapun juga tidak masuk akal bagiku kalau sampai ada pesan seperti itu. Tapi tidak lengkap rasanya kalau itu tidak dibuktikan, toh tidak ada ruginya kalau aku mencoba. Kaget banget setelah aku liat pesan salah yang diberikan. Ternyata itu bener-bener merupakan pesan asli dari Interpreternya. Ini hasilnya:
Python 2.5.1 (r251:54863, Oct 5 2007, 13:36:32)
[GCC 4.1.3 20070929 (prerelease) (Ubuntu 4.1.2-16ubuntu2)] on linux2
Type "help", "copyright", "credits" or "license" for more information.
>>> from __future__ import braces
File "", line 1SyntaxError: not a chance
Jadi akhirnya aku cuman bisa tertawa ngakak
Tinggalkan sebuah Komentar